Jakarta — PT Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation meluncurkan sebuah kalkulator perencanaan pensiun digital yang bertujuan membantu masyarakat memahami kebutuhan finansial sepanjang masa produktif hingga pensiun. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye bertajuk “Pensiun Gak Susah” yang dihadirkan di tengah perubahan demografi dan meningkatnya harapan hidup penduduk.
Berbeda dari perhitungan tradisional yang hanya fokus pada kebutuhan hidup dasar, alat perencanaan ini memasukkan aspek gaya hidup dan tujuan finansial individu di masa pensiun. Dengan demikian, pengguna tidak hanya mengetahui jumlah dana yang perlu disiapkan, tetapi juga dapat membayangkan seperti apa kehidupan yang mereka inginkan ketika tidak lagi bekerja aktif.
Menurut perwakilan Bank DBS Indonesia, alat ini bukan sekadar fitur teknis, tetapi juga upaya edukatif untuk mendorong perubahan pola pikir. Di tengah tantangan penuaan populasi dan harapan hidup yang semakin meningkat secara global, semakin banyak orang perlu menyusun strategi keuangan yang lebih holistik sejak usia produktif.
Lebih jauh lagi, inisiatif ini sejalan dengan tren penting dalam perencanaan keuangan modern: mengintegrasikan investasi dan proteksi asuransi sebagai bagian dari strategi pensiun yang komprehensif. Menurut para ahli yang terlibat, selain menghitung kebutuhan dana, pemikiran terhadap risiko kesehatan, inflasi, dan kemungkinan perubahan gaya hidup sangat krusial agar daya beli tetap terjaga di masa tua.
Kalkulator ini bisa diakses melalui platform DBS dan hadir sebagai alat bantu yang menggabungkan perencanaan keuangan, kesadaran risiko, dan preferensi gaya hidup pengguna. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat merumuskan rencana pensiun yang realistis dan dapat dijalankan secara bertahap sejak dini.
Penulis: Putri Lestari | Editor: Budi Setiawan