Jakarta – Lintasarta, yang kini berperan sebagai AI Factory di bawah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, resmi meluncurkan sebuah platform digital terintegrasi bernama LAMPU (Lintasarta AI Marketspace Universe). Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan cara perusahaan mengakses dan mengimplementasikan beragam solusi teknologi dalam satu ekosistem terpadu.
Platform LAMPU menjadi marketplace generasi baru yang menggabungkan berbagai layanan penting seperti aplikasi Software as a Service (SaaS), layanan komputasi, API, data, cybersecurity, serta kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan analitik dalam satu tempat digital yang aman dan mudah dijangkau. Semua layanan tersebut dibangun di atas infrastruktur Lintasarta sendiri yang berdaulat dan berfokus pada keamanan data.
Melalui laman lampu.ai, perusahaan bisa melakukan pencarian, uji coba, hingga penerapan solusi digital secara langsung tanpa perlu mengakses banyak sistem berbeda. Pendekatan ini diharapkan dapat memangkas kompleksitas teknologi yang sering menjadi tantangan dalam proses transformasi digital.
Menurut Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta, LAMPU bukan sekadar ruang untuk membeli layanan teknologi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, penyedia solusi, dan developer lokal. Dengan demikian, inovasi dan adopsi teknologi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.
LAMPU dibangun berdasarkan fondasi empat pilar utama yang dikenal sebagai 4C: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Pilar-pilar ini menjadi dasar Lintasarta dalam menghadirkan ekosistem yang mampu mendukung berbagai skala perusahaan dari UMKM hingga korporasi besar.
Selain itu, platform ini menghadirkan sejumlah pilihan model pemakaian layanan, mulai dari pay-as-you-go, langganan (subscription), sampai lisensi perusahaan (enterprise licensing), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran setiap organisasi.
Dalam semangat open ecosystem, LAMPU juga membuka peluang bagi startup teknologi dan penyedia software untuk memperluas jangkauan solusi mereka, termasuk melalui dukungan konektor API dan integrasi cloud-native yang mempermudah penyebaran layanan digital siap produksi.
Dengan hadirnya LAMPU, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan transformasi digital nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi di Indonesia — salah satu bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.