Jakarta, 17 Januari 2026 — Harga minyak mentah dari Venezuela dilaporkan melonjak sekitar 30 persen setelah Amerika Serikat menyelesaikan penjualan perdana minyak asal Venezuela senilai USD 500 juta atau sekitar Rp 8,45 triliun (kurs sekitar Rp 16.910 per USD).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi AS, Chris Wright, dalam sebuah acara asosiasi energi di Washington DC, Kamis (15/1). Menurut Wright, AS berhasil menjual minyak Venezuela dengan harga jauh lebih tinggi daripada yang diperoleh Venezuela beberapa minggu sebelumnya, sehingga menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan untuk minyak tersebut.Â
Wright mengatakan bahwa Amerika Serikat mendapatkan harga jual sekitar 30 persen lebih tinggi ketika menjual setiap barel minyak yang sama dibandingkan dengan harga sebelumnya, yang diperdagangkan sebelum pengelolaan penjualan diambil alih oleh AS.
Penjualan ini merupakan bagian dari strategi AS dalam mengelola minyak Venezuela sejak hubungan antara kedua negara mengalami perubahan drastis dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintah AS memastikan penjualan minyak tersebut akan berlangsung tanpa batas waktu, seiring rencana untuk melepas puluhan juta barel minyak ke pasar internasional.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah akan memasarkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang selama ini terhambat oleh sanksi AS, dengan hasil penjualan yang dikendalikan oleh pemerintah AS. Tujuannya adalah untuk memastikan dana dari penjualan minyak tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara dan sekaligus mendukung stabilitas pasokan energi global.
Selain itu, Trump juga tengah mempromosikan rencana investasi besar-besaran untuk membangunkan kembali sektor energi Venezuela dengan menarik perusahaan-perusahaan minyak besar dunia untuk masuk ke negara tersebut. Namun, analis menilai ketidakstabilan politik di Venezuela tetap menjadi tantangan utama bagi investasi dan pemulihan produksi minyak jangka panjang.
Penulis: Indah Dewi Lestari | Editor: Krisna Syahputra