Abu Dhabi, 12 Januari 2026 – Investasi global di sektor energi bersih diproyeksikan mencapai USD 2,2 triliun atau sekitar Rp37 kuadriliun pada tahun 2025, menjadikannya rekor tertinggi dalam sejarah pembiayaan energi terbarukan dan menunjukkan momentum kuat dalam transisi energi global.
Angka ini dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, dalam Sidang Majelis Umum ke-16 Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Menurut Guterres, lonjakan investasi ini mencerminkan posisinya yang sudah dua kali lipat dibanding total belanja untuk energi berbasis bahan bakar fosil secara global.
Percepatan Transisi Energi dan Dampaknya pada Pasar
Menurut laporan PBB, investasi bersih dalam energi terbarukan meningkat pesat karena turunnya biaya teknologi dan kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan sumber energi baru seperti tenaga surya dan angin. Guterres menyatakan bahwa tren ini menunjukkan pergeseran fundamental dari ketergantungan energi fosil menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Para analis menilai angka investasi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor swasta dan investor institusional, karena energi bersih kini menjadi salah satu area alokasi modal paling menarik di pasar global. Permintaan untuk proyek-proyek pembangkit listrik terbarukan diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan target penurunan emisi di banyak negara maju dan berkembang.
Tantangan di Balik Angka Fantastis
Meskipun nilai investasi menunjukkan tren positif, tantangan signifikan masih membayangi, khususnya dalam hal infrastruktur penunjang dan pembiayaan untuk proyek di negara berkembang. Beberapa negara masih menghadapi kendala regulasi dan kesulitan akses modal untuk membangun jaringan listrik modern yang diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi bersih.
Selain itu, transisi ke energi bersih juga membutuhkan upaya mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan energi (seperti baterai) serta sistem distribusi yang fleksibel agar pasokan listrik tetap stabil di tengah meningkatnya kontribusi energi terbarukan.
Prospek Bisnis dan Ekonomi Global
Peningkatan investasi dalam energi bersih diperkirakan akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang terkait dengan teknologi ramah lingkungan, penciptaan lapangan kerja di sektor hijau, serta peluang pasar untuk inovasi produk dan layanan. Investor di berbagai belahan dunia diperkirakan akan terus mengalihkan modal mereka ke proyek energi bersih, termasuk pembangkit surya, turbin angin, serta solusi penyimpanan energi.
Dengan tren ini, sektor energi bersih bukan hanya dianggap sebagai bagian dari agenda keberlanjutan, tetapi juga sebagai pilar pertumbuhan ekonomi global di era pasca-fosil.
Penulis: Dewi Anggraini | Editor: Rizky Maulana