Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempercepat revisi aturan free float (porsi saham publik) menjadi minimal 15 % dari total saham beredar sebagai langkah responsif terhadap kekhawatiran yang disampaikan oleh penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Langkah ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang masih gamang akibat tekanan sentimen investor domestik dan global, menyusul turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan gelombang aksi jual asing.
Demi Restu MSCI & Transparansi Pasar
MSCI sempat memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia berpotensi mengalami perubahan status dalam indeksnya — termasuk kemungkinan downgrade dari pasar emerging menjadi frontier — jika isu transparansi kepemilikan saham dan free float tidak diatasi.
Revisi aturan free float yang tengah digodok akan menaikkan batas minimum dari 7,5 % menjadi 15 %. Aturan ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham baru (IPO), tetapi juga untuk perusahaan yang sudah tercatat di BEI dengan masa transisi tertentu.
Pasar & Pelaku Emiten Bereaksi
Kebijakan ini dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, sejumlah emiten besar memiliki free float di bawah porsi yang diusulkan, dan akan membutuhkan waktu serta strategi korporasi untuk menyesuaikan struktur kepemilikan saham mereka.
OJK sendiri menyiapkan skenario penyesuaian bagi emiten dalam bentuk batas waktu tertentu. Perusahaan yang gagal memenuhi ketentuan tersebut bisa terancam dengan exit policy, termasuk kemungkinan delisting menurut pola baru yang dibahas dalam aturan tersebut.
Sentimen Investor & Prospek Pasar
Sementara itu, sentimen investor masih menunjukkan ketidakpastian. Tekanan jual asing tercatat terus berlangsung, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap likuiditas dan struktur kepemilikan yang dipandang kurang transparan.
Namun beberapa analis percaya bahwa peningkatan free float dapat meningkatkan kedalaman pasar dalam jangka panjang, menjadikan saham Indonesia lebih menarik bagi investasi institusional asing dan lokal, serta membantu memitigasi beberapa bentuk manipulasi harga yang sebelumnya menjadi sorotan.
Tenggat Waktu & Implementasi
Revisi aturan ini ditargetkan rampung dan efektif dalam beberapa bulan mendatang, dengan tahapan implementasi yang memberikan ruang penyesuaian bagi emiten dan pasar secara keseluruhan. Perhitungan final dan persetujuan aturan diharapkan selesai sebelum batas waktu ulasan indeks MSCI berikutnya.